Selasa, 26 November 2013

Bandungan raih The Best Racing Look, Tampilan Sempurna Dengan Desain Grafis Menonjol

|
Ajang kontes Black Motodify Purwokerto 2010 bukan hanya diikuti oleh para modifkator Purwokerto saja melainkan modifikator di kota sekitar yang secara geografis dekat untuk disambangi para modifikator termasuk Andy Handoyo Wikoyo pria Bandungan Semarang memboyong motornya berkonsep Mio Drag Thailand sehingga dia menyabet The Best Racing Look dengan tampilan ngejreeng dengan desain grafis yang memikat menjadi Andy mendapatkan yang diinginkan.
Dengan persiapan perubahan yang dilakukan bisa di bilang hampir di rombak semua, kecuali rangka motor dengan kiblat modif drag Thailand dengan persiapan dari mulai konsep hingga terbentuknya Mio langsiran 2006 ini
hanya membutuhkan waktu 3 bulan dari hari H event Black motodify Purwokerto 2010. Perubahan yang dilakukan untuk bagian depan fork menggunakan X-Speed termasuk seperangkat aplikasi brake gunakan Brembo, sedangkan untuk bagian tromol Andy gunakan Trusty.
Pria yang mempunyai usaha perhotelan dan pemancingan di kota Bandungan ini, penambahan untuk roda duanya ini, tampak aplikasi kaki-kaki termasuk bersemayamnya DBS untuk velg depan dan belakang dan diselimuti paduan Swallow dan Comet untuk bagian bannya. Mio ini menggunakan rangka kedok depan Nouvo, untuk bagian mesin tetap menggunakan mesin standar Mio hanya saja mesin di burn up 250 CC sehingga tenaga yang diperoleh maksimal bukannya tampilan saja mesin juga mumpuni.
Penonjolan yang tampak jelas terdapat bagian kelir yang dipadu dengan grafis yang baik dengan mengaplikasikan jenis cat Spiec hecker dan gradasi grafis semua itu dipercaya oleh bengkel Kedung Mundu di Semarang, walaupun cukup banyak menelan biaya modifikasi racing look ini akan tetapi hasilnya pun maksimal sepadan hasil yang diperolehnya.

Konsep Drag Club Raih The Best Racing Look

|
Untuk mengikuti kontes motor yang diselanggarakan dalam berbagai kelas, para modifikator dituntut jeli dalam memilih kategori. Bahkan untuk memenangkan trophy dari sebuah kontes modifikasi motor bergengsi seperti Motodify kita harus benar-benar all out. Motivasi inilah yang tertanam di diri modifikator Andika Saputra yang kali ini membawa tim V2 Espionage Speed untuk merancang motor Nouvo berperawakan Racing Look.
Tema ini sengaja di ambil untuk memboyong gelar juara dari kelas yang dianggap dapat berpeluang besar.
Peraih The Best Racing Look atas nama Ingson Pribadi atau biasa dipanggil Adhi memang begitu memfokuskan rombakan engine yang pastinya bersemayamnya mesin Yamaha Nouvo lansiran 2005. Mesin standard digodok total dan diubah jadi lebih power full sampai 130 cc dengan piranti yang di semi korek dengan pengapian menggunakan Rextor dan karburator Keihin 20 serta untuk oil cooler mengunakan Koso Japan.
Bengkel V2 Espionase Speed saat ini bermarkas di Jalan Garuda No.57 Sukajadi, Pekanbaru. Menjadikan Nouvo Adhi jadi peraih Best Racing Look jelas perlu satu konsep yang orisinil. Hal ini tampak dalam ubahan sangar sang motor dengan konsep drag club. Apa yang diinginkan sang modifikator sebelum membawa motor ini ke Djarum Black Motodify Pekanbaru diklaim sudah sepenuhnya tercapai seperti apa yang sudah dikonsepkan sejak awal.
Sang Modifikator mengutarakan untuk merancang motor ini agak sulit dalam proses pengecatan terutama di bagian blok mesin supaya tidak terkelupas disaat di gunakan untuk race. Hasilnya terbukti bagus dengan kelir warna warni yang mencolok, menggunakan Danagloss baik aplikasi cat maupun airbrush dengan perpaduan merah, hijau dan kuning yang tampak eye catchy sesuai perwujudan konsep timnya.

The Best Racing Look Miliki Power Besar

|
Dari berbagai kategori yang diperlombakan ada satu kategori yang banyak diikuti para kontestan Djarum Black Motodify Solo 2009 yang bertempat di Diamond Solo Convention Centre (DSCC). Kategori tersebut adalah Racing Look dimana pada kategori ini hanya diperuntukan motor bebek dan matic yang sudah dimodif model racing dengan mengutamakan showbike only dengan performa luar sebagai penilaian utama. Aliran modifikasi racing look terbatas hanya drag bike dan road race. Pada kelas ini Wahyu Prasetiyo asal Batu, Malang keluar sebagai jawara The Best Racing Look dengan motor Yamaha Mio dengan gaya drag bike.
Sang pemilik ingin merubah Yamaha Mio miliknya tampak lebih gahar dengan gaya racing namun tetap terlihat cantik. “Saya ingin motor ini dibentuk racing look tapi cantik maksudnya kalau kelas racing itu biasanya cuma mengandalkan potong-potongan bodi tapi kalau ini semua aksesoris dimasukkan agar lebih cantik,” ujar Wahyu. Untuk menyelesaikan motor ini membutuhkan waktu selama 2 bulan penggarapannya di bengkel Gepeng Warrior Jl. Patimura 7 N0. 12 Batu, Malang.
Demi mengejar Thailand style sebagian besar part yang digunakan menggunakan produk TDR asal negeri Gajah Putih. “Saya mau mengangkat TDR semua part pakai TDR, pinging Thailand look-lah,” jelasnya. Pada bagian kaki-kaki Mio The Best Racing Look ini mengadopsi fork milik Yoshimura, untuk sistem pengereman part standart di gusur dan diganti piringan cakram milik Ride It yang dijepit Rem cakram Marzocchi dengan kaliper Brembo dan master Brembo. Teromol Trusty mencengkram jari-jari krom pada velg TDR berkelir emas ukuran 17/140. Pada bagian belakang mengadopsi Shock daytona dan teromol standart kastem. Beberapa bagian yang mengalami perubahan seperti rangka standart kastem, kedok depan milik Nouvo Z, fairing bodi standar kastem dan engine cover Mio.
Tidak hanya bagian eksterior yang mengalami perombakan, bagian dapur pacu juga mengalami perubahan yang signifikan. Wahyu mengaku mesin Mio miliknya melonjak sampai 300cc. “Mesin 300 cc, ini memang dipakai buat drag (bike). Mesin sendiri buatan BMS (Bowo Motor Sport),” tegas Wahyu. Bagian yang mengalami perubahan seperti Engine blok yang memakai tipe RRGS, piston scorpio, kruk as stroke 5ml, karburator Keihin 32, intake manifold Koso, pengapian TDR, oil cooler Koso, knalpot Kawahara. Aksesori variasi juga menghiasi motor drag ini seperti semua baut yang diberi kondom, oil cooler, setang jepit, stabiliser setang. Untuk mempermanis tampilan wahyu menggunakan jasa air brush dari Gepeng Warrior dengan menggunakan Cat Sikken.
 
 
sumber : http://ribqiikancill.student.umm.ac.id/ 

Selasa, 19 November 2013

Pilihan Karbu Imitasi, Harga Miring Kualitas Jempol

Pilihan Karbu Imitasi, Harga Miring Kualitas Jempol

Maraknya peredaran karbu aspal alias palsu dipasaran bisa  membuat brother pusing ketika melakukan penyetingan. Maklum, jika mengaplikasi karbu abal-abal resikonya akan mengalami kesulitan ketika melakukan seting. Kemungkinan yang membuat karbu menjadi sulit untuk diseting bisa terpengaruh kualitas karbu itu sendiri.

Nah, buat brother yang punya rencana untuk membeli karbu baru, ada beberapa alternatif pilihan karbu yang harganya lebih ‘miring’ tapi kualitasnya baik. Kira-kira seperti apa ya? Yuk dicari tahu!.

Keihin PE 30
Untuk memaksimalkan fungsi karburator, trik paling berat yaitu dengan cara mereamer alias membesarkan lubang venturi tujuannya. Tentu untuk mengoptimalkan performa tunggangan kebanggaan. Namun trik untuk mereamer itu cukup rumit karena harus menyiapkan ‘perabotan’ pendukungnya.

Selain itu, jika ukurannya tidak wajar, bodi karbu rawan bocor, akibatnya bukan mengoptimalkan performa tetapi efeknya katup gas atau skep yang mengatur asupan bahan bakar akan tidak maksimal.

Solusinya brother bisa memilih karbu Keihin PE yang kondisinya sudah direamer, jadi bodi karbu itu ukuran 28 mm hanya diameter venturinya 30 mm. Karbu yang cocok untuk motor Yamaha Byson, Scorpio dan Honda MegaPro ini beredar di pasaran dengan banderol Rp 400 Ribu.
Keihin PE 24
Karbu ini memiliki ciri piston skepnya lebih tebal, karena jika dibandingkan dengan karbu abal-abal yang sejenis akan terlihat perbedaan ini lebih ‘gendut’. Selain itu, warna krom yang terdapat pada skep itu terlihat lebih cerah dan mengkilap.

“Jika dibandingkan dengan karbu KW, skep ini lebih terlihat lebih tebal dan warnanya lebih mengkilap, padahal kedua karbu ini kondisinya sama-sama baru,” ungkap Emin Susanto dari Jl. Ciledug Raya, No. 8, Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Telepon (021) 6053-5468.

Dengan perbedaan itu, maka botol skep yang terdapat pada karburator yang cocok digunakan untuk motor Yamaha Jupiter Z dan Honda Supra X125 ini tidak bisa saling tukar dengan karburator sejenis dan walau venturinya sama. Karbu model ini dibanderol dengan harga Rp 300 ribu.
Keihin PWL 28
Dengan menggunakan kar­burator ini, setingan penyuplai campuran bahan bakar bisa konsisten. Juga tidak akan membuat mekanik bingung dalam menemukan setingan yang pas. “Setingan karburator yang sulit itu karena krom yang terdapat pada skep mudah luntur, dan gampang tergores. Akibatnya akan berpengaruh terhadap sulitnya menemukan setingan yang pas,” beber Emin Emin Susanto dari Hidup Baru Motor.

Nah, akibat apabila botol skep atau katup gas mudah tergores, sisa goresan yang menjadi kotoran itu bisa jadi penyebab karburator abal-abal sulit ditaklukan setingannya. Terbukti karburator yang cocok digunakan untuk motor Suzuki FU, Yamaha Jupiter MX ini memiliki piston skep yang tidak mudah luntur dan tergores.

Hali itu, dibuktikan dengan menggoreskan katup gas alias piston skep itu pada meja. Hasilnya, karbu seharga Rp 300 ribu ini memiliki pison skep yang tidak mudah tergores.
OKO 24
Karbu yang didatangkan dari Negeri Gajah Putih alias Thailand ini sudah dilengkapi dengan power jet. Sehingga brother tidak harus mengakali dengan cara membuat power jet sendiri. Karena power jet buatan sendiri kadang ukuran lubang yang dibor tidak sesuai, akibatnya tidak maksimal. Karena sudah dilengkapi dengan power jet, jadi karbu ini cocok digunakan motor balap. Karena dengan gasingan mesin yang dipaksa putaran tinggi.

Karburator yang dilego Rp 450 ribu ini cocok digunakan untuk motor-motor bebek seperti Yamaha Jupiter MX, Honda Supra X125 dan Honda Blade. Sistem kerja power jet yang terdapat pada karburator ini dengan cara membuka baut yang terdapat di bagian atas venturi, sehingga asupan bahan bakar yang diterima oleh mesin yang dipaksa berputar di putaran tinggi, efeknya tarikan motor menjadi lebih responsif. Namun, karbu ini juga bisa diaplkiasi pada motor harian, tetapi jarang heran jika bahan bakarnya lebih boros.


Sumber : http://motor.otomotifnet.com/read/2012/08/14/333495/51/12/Pilihan-Karbu-Imitasi-Harga-Miring-Kualitas-Jempol